Cerita Sebenarnya Tentang Ibu Risma Yang Dihina Guru Saat Menyamar Jadi Wali Murid
Selamat Datang Dan Salam
Sejahtera untuk guru-guru semua KEMENDIKBUDGO.COM- Wali Kota Surabaya Tri
Rismaharini bersaksi pada sidang perkara gugatan warga Surabaya, Jawa Timur,
terhadap Undang Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah yang
salah satu isinya mengatur wewenang penyelenggaraan pendidikan.
Secara undang-undang, pengelolaan
SMA/SMK menjadi kewenangan Pemprov Jawa Timur. Namun, kenyataannya, selama ini
Pemerintah Kota Surabaya yang mengelola SMA/SMK.
Risma meminta Ketua Mahkamah
Konstitusi Arief Hidayat yang memimpin sidang untuk diberi kesempatan
membacakan pandangannya terhadap kondisi pendidikan di Surabaya.
Risma bilang, kondisi pendidikan
di Surabaya menjadi pertimbangan utama dirinya menolak SMA/SMK dikelola Pemprov
Jawa Timur. Hakim Arief mengabulkan permintaan Risma.
"Pandangan yang sudah
tertulis dianggap sudah dibaca. Silakan bu Risma memberikan pandangan tambahan
yang tidak terlulis," kata Arif saat memulai persidangan di Gedung MK,
Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat.
Risma tampak menghela nafas
sebelum memberikan pandangannya. Dia bercerita, pada 2008 saat menjabat sebagai
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah di Surabaya, dia banyak menerima
surat keluhan dari masyarakat. Pada saat itu, kata Risma, ada seorang bapak
yang bangkrut dan ketiga anaknya terancam tidak bisa mengikuti ujian sekolah.
"Bagaimana bisa? Kok
tiga-tiganya tidak boleh ujian padahal sekolah sudah gratis. Makanya saya
menyamar untuk bertemu dengan gurunya," cerita Risma.
Risma memutuskan mendatangi guru
siswa dengan menyamar sebagai wali siswa. Saat bertemu dengan guru siswa, Risma
ingin membayar tagihan siswa yang terancam tidak bisa mengikuti ujian ulangan.
Risma juga ingin membayar tagihan semua siswa yang tidak bisa ikut ujian.

Belum ada Komentar untuk "Cerita Sebenarnya Tentang Ibu Risma Yang Dihina Guru Saat Menyamar Jadi Wali Murid"
Posting Komentar
Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.